SMKN 6 Malang dan JAC Jepang Perkuat Peluang Karier Konstruksi Global
SMKN 6 Malang memperkuat upaya membuka akses karier internasional bagi lulusannya melalui kerja sama dengan Japan Association for Construction Human Resources (JAC). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sosialisasi program Specified Skilled Worker (SSW) sektor konstruksi Jepang.
Baca Juga “Karier dalam Islam Bukan Sekadar Jabatan dan Penghasilan“
Kegiatan tersebut diikuti 201 siswa dari sejumlah jurusan yang memiliki keterkaitan dengan industri konstruksi. Peserta berasal dari Pemodelan Perangkat Lunak dan Desain Bangunan, Teknik Konstruksi di Bawah Tanah dan Logistik, Teknik Kendaraan Ringan, serta Teknik Alat Berat.
Program SSW menjadi salah satu jalur bagi tenaga kerja asing dengan keterampilan tertentu untuk bekerja di Jepang. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan industri konstruksi dan persiapan yang diperlukan sebelum memasuki dunia kerja internasional.
JAC Kenalkan Program SSW untuk Sektor Konstruksi Jepang
JAC merupakan organisasi yang berperan dalam mendukung tenaga kerja asing berketerampilan khusus di sektor konstruksi Jepang. Dalam sosialisasi tersebut, JAC memberikan informasi mengenai karakteristik pekerjaan, persyaratan, serta lingkungan kerja yang akan dihadapi calon pekerja.
JAC juga menyediakan layanan konsultasi dalam Bahasa Indonesia. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu pekerja Indonesia memperoleh informasi dan dukungan selama menjalani karier di Jepang.
Materi sosialisasi turut membahas karakter industri konstruksi Jepang. Sektor tersebut dikenal menerapkan teknologi konstruksi dan prosedur kerja yang terstruktur.
Salah satu aspek yang ditekankan adalah keselamatan kerja. Pekerja juga perlu mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan profesinya.
Kerja Sama SMKN 6 Malang dan JAC Sudah Menghasilkan Alumni di Jepang
Hubungan SMKN 6 Malang dengan JAC bukan merupakan kerja sama yang baru dimulai. Kedua pihak sebelumnya telah menjalankan sinergi untuk memperkenalkan peluang kerja sektor konstruksi Jepang kepada siswa.
Dari gelombang sebelumnya, sebanyak 20 alumni SMKN 6 Malang tercatat telah diberangkatkan dan bekerja di Jepang. Pengalaman alumni tersebut kemudian menjadi salah satu materi yang digunakan untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa.
Kepala SMKN 6 Malang, Wingonggo Among Anggono, S.Pd., M.Pd., C.Ht., menilai pengalaman alumni dapat menjadi sumber motivasi bagi siswa.
“Pengalaman Mas Mana pastinya sangat berharga dan kami harapkan dapat memotivasi anak didik kami untuk berkembang menjadi lebih baik,” ujar Wingonggo.
Pihak penyelenggara juga melihat kesiapan siswa sebagai salah satu alasan kegiatan sosialisasi terus dilakukan di sekolah tersebut. Kualitas keterampilan, kedisiplinan, dan kesiapan mental menjadi aspek yang dinilai penting untuk memasuki industri global.
Alumni Bagikan Pengalaman Bekerja di Industri Konstruksi Jepang
Sosialisasi turut menghadirkan cerita dari alumni yang telah menjalani karier di Jepang. Salah satunya adalah Cecep Wirahmana atau Mana, pria asal Majalengka, Jawa Barat.
Mana telah bekerja sebagai perakit baja tulangan di Nidzuma Kougyou Co., Ltd. sejak 2015. Ia mengatakan informasi dari senior menjadi salah satu faktor yang membuka jalannya menuju pekerjaan di Jepang.
Selama menjalani kehidupan di Jepang, Mana memperoleh pengalaman mengenai budaya kerja dan kehidupan masyarakat setempat. Ia menyoroti kebersihan lingkungan, kedisiplinan, tata krama, serta sikap saling menghargai.
“Di Jepang lingkungannya sangat bersih. Budaya kedisiplinannya luar biasa, tata krama sangat diutamakan, dan masyarakatnya saling menghargai satu sama lain,” ungkap Mana.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada siswa mengenai aspek kehidupan yang perlu dipersiapkan selain kemampuan teknis. Adaptasi terhadap budaya dan kedisiplinan kerja juga menjadi bagian penting ketika bekerja di luar negeri.
Siswa Perlu Menguasai Bahasa Jepang dan Keterampilan Teknik
JAC menjelaskan bahwa peluang mengikuti program SSW sektor konstruksi membutuhkan persiapan yang serius. Calon pekerja perlu memiliki komitmen, kemauan belajar, serta keterampilan teknik yang sesuai dengan bidang pekerjaan.
Kemampuan bahasa Jepang dasar juga menjadi salah satu persyaratan yang perlu diperhatikan. Penguasaan bahasa membantu pekerja berkomunikasi dengan rekan kerja dan memahami instruksi selama menjalankan tugas.
Selain keterampilan teknis, siswa perlu memahami budaya serta tata kerja di Jepang. Kesiapan tersebut dapat membantu calon pekerja beradaptasi dengan lingkungan industri yang memiliki standar dan prosedur tertentu.
Jurusan yang mengikuti sosialisasi memiliki keterkaitan dengan berbagai kebutuhan pekerjaan teknis. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi siswa untuk mempersiapkan kompetensi sejak masih berada di bangku sekolah.
Teknologi dan Keselamatan Menjadi Bagian Penting Industri Konstruksi Jepang
Dalam pemaparannya, JAC juga memperkenalkan karakter industri konstruksi Jepang kepada para siswa. Teknologi menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan sektor tersebut.
Penggunaan teknologi konstruksi mendukung pembangunan infrastruktur yang membutuhkan tingkat ketelitian dan standar keselamatan tinggi. Pekerja juga perlu mengikuti prosedur kerja yang sistematis dalam menjalankan aktivitas di lapangan.
Budaya kerja turut menjadi perhatian dalam sosialisasi. Komunikasi sebelum bekerja, termasuk kegiatan apel pagi, menjadi salah satu contoh penerapan koordinasi dalam lingkungan kerja.
Dari sisi perlindungan pekerja, materi sosialisasi juga membahas sistem pengupahan dan perlindungan asuransi. Namun, rincian hak dan ketentuan kerja tetap perlu dipahami calon pekerja berdasarkan kontrak serta aturan program yang berlaku.
SMKN 6 Malang Dorong Siswa Siapkan Karier Internasional
Kerja sama dengan JAC memberikan kesempatan bagi siswa SMKN 6 Malang untuk memperoleh informasi langsung mengenai peluang kerja di sektor konstruksi Jepang. Sosialisasi juga memperkenalkan berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum bekerja di luar negeri.
Keberadaan 20 alumni yang telah bekerja di Jepang menjadi bagian dari pengalaman yang dapat dipelajari siswa. Kisah tersebut memberikan gambaran mengenai proses yang perlu dilalui untuk membangun karier di industri konstruksi Jepang.
Ke depan, kesiapan kompetensi teknis, kemampuan bahasa, kedisiplinan, dan pemahaman budaya kerja akan menjadi bekal penting bagi siswa yang ingin mengikuti peluang tersebut. SMKN 6 Malang dan JAC diharapkan dapat terus memperkuat pembinaan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri global.
Baca Juga “UKM Bertambah, Bawaslu RI Matangkan Pola Karier dan Kompetensi Jabatan Pegawai“