Siswa Disabilitas Surakarta Dilatih Bikin Video CV untuk Dunia Kerja

SISWA DISABILITAS DI SURAKARTA DILATIH BIKIN VIDEO CV UNTUK TERJUN KE DUNIA KERJA

Siswa disabilitas di Surakarta kini mendapatkan pelatihan pembuatan Curriculum Vitae (CV) digital dan video sebagai bekal memasuki dunia kerja. Pelatihan ini digelar Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) Semarang untuk meningkatkan representasi diri siswa di era digital dan memberikan mereka peluang karier yang setara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari inovasi pendidikan inklusif, di mana siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia profesional. Fokus utama adalah mengubah cara pandang tradisional tentang lamaran kerja menjadi lebih modern dengan media visual dan video.

baca juga”Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Menpan: Pemda Sudah Hitung Anggaran

Modernisasi CV untuk Siswa Disabilitas

Dalam sesi yang digelar pada Kamis, 18 Desember 2025, siswa-siswi SLB Negeri Surakarta dibimbing menyusun profil diri yang menarik dan profesional. Universitas STEKOM memfasilitasi pengambilan foto profil berkualitas tinggi agar memberikan kesan pertama yang positif bagi calon pemberi kerja. Foto ini menonjolkan keunggulan tiap siswa dan memperkuat kepercayaan diri mereka saat melamar pekerjaan.

“Inovasi utama dalam pelatihan ini adalah pembuatan Video CV. Ini membantu siswa menunjukkan kemampuan komunikasi, bakat, dan karakter yang mungkin tidak sepenuhnya tertangkap dalam dokumen tertulis,” jelas laman resmi STEKOM. Video CV memberi kesempatan siswa untuk berbicara langsung di depan kamera, menampilkan kompetensi profesional sekaligus kepribadian mereka.

Pendampingan Profesional dan Kolaborasi Kreatif

Pelatihan tidak berhenti pada teknis pembuatan CV. Siswa Tuli, misalnya, terlibat dalam proses produksi video, termasuk pengambilan gambar dan penyuntingan sederhana. Kolaborasi ini menyoroti potensi kreatif dan teknologi yang muncul ketika siswa diberikan fasilitas memadai.

Instruktur STEKOM memberikan arahan terkait teknik berbicara di depan kamera, postur tubuh, ekspresi wajah, hingga cara menonjolkan keunggulan diri. Bagi siswa dengan keterbatasan berbicara, tim pendamping membantu menyusun teks efektif atau menggunakan alat bantu visual agar pesan tersampaikan dengan jelas kepada perekrut.

Selain aspek teknis, pelatihan juga membangun harga diri dan kepercayaan diri siswa. Para siswa belajar mengenali kelebihan diri sendiri, menghargai kompetensi yang dimiliki, serta mengekspresikannya secara profesional.

Pembuatan CV Digital sebagai Bekal Karier

CV digital dan video yang dihasilkan diserahkan kepada masing-masing siswa dalam format elektronik. Universitas STEKOM membantu menyalurkan profil mereka ke mitra industri yang inklusif, sehingga siswa memiliki peluang lebih besar untuk diterima bekerja.

Dengan CV digital yang profesional, siswa disabilitas diharapkan dapat menembus hambatan administratif yang sering menjadi kendala dalam dunia kerja. Program ini menjadi jembatan antara pendidikan inklusif dan dunia profesional, memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier secara profesional.

“Kami ingin siswa memiliki akses setara di dunia kerja. Dengan keterampilan membuat CV digital dan Video CV, mereka lebih siap menghadapi persaingan, menampilkan potensi, dan meningkatkan kepercayaan diri,” ujar pihak STEKOM.

Dampak Jangka Panjang bagi Siswa dan Industri

Program ini tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga pada perusahaan dan industri. Melalui inisiatif ini, mitra industri belajar bagaimana memanfaatkan potensi penyandang disabilitas, memfasilitasi lingkungan kerja inklusif, dan menciptakan tim yang beragam secara kompetensi dan pengalaman.

Siswa yang sebelumnya ragu atau minder karena keterbatasan fisik kini memiliki alat konkret untuk menunjukkan kemampuan mereka. Video CV menjadi bukti nyata bahwa teknologi dapat digunakan untuk pemberdayaan, bukan sekadar administrasi.

Selain itu, pelatihan ini mengajarkan siswa untuk mengembangkan soft skill seperti komunikasi, percaya diri, kreativitas, dan kolaborasi. Kompetensi ini menjadi modal penting ketika mereka menghadapi seleksi kerja, wawancara, dan lingkungan kerja nyata.

Kesimpulan

Pelatihan pembuatan Video CV bagi siswa disabilitas di Surakarta menunjukkan bahwa pendidikan inklusif dapat menyatukan teknologi, kreativitas, dan pemberdayaan individu. Dengan CV digital dan kemampuan presentasi diri, siswa lebih siap menghadapi dunia kerja, menembus hambatan sosial dan administratif, serta meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Inisiatif ini menjadi contoh konkret bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberdayakan penyandang disabilitas, memastikan mereka memiliki hak yang setara untuk mengembangkan karier profesional.

baca juga”Unit Usaha Bumi Resources Buka Lowongan Kerja, Siapkan CV Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *