Rifki Tinggalkan Karier Demi Mengajar di Sekolah Rakyat

Rifki Tinggalkan Peluang Karier Demi Pimpin Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Keputusan Rifki Hakim meninggalkan peluang besar dalam karier pendidikan menjadi perhatian banyak orang. Di saat kesempatan menjadi kepala sekolah reguler terbuka lebar, Rifki justru memilih bergabung dengan program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak miskin dan miskin ekstrem.

Baca Juga “78 Tahun Hadir untuk Negeri, BKN terus Berinovasi Pastikan Karier ASN Terlindungi

Langkah tersebut bukan keputusan mudah. Rifki mengaku sempat mengalami dilema karena harus memilih antara jalur karier yang lebih mapan atau mengemban tanggung jawab baru di sekolah berasrama gratis gagasan Presiden Prabowo Subianto.

Kini, Rifki menjabat sebagai Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru di Banjarbaru. Di sekolah tersebut, ia mendampingi ratusan siswa dari berbagai latar belakang yang sebelumnya memiliki akses pendidikan terbatas.

Rifki Sempat Ragu Tinggalkan Zona Nyaman Karier Pendidikan

Rifki mengatakan awalnya ia menerima informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan terkait seleksi calon kepala Sekolah Rakyat. Namanya masuk dalam daftar peserta yang mengikuti tahapan seleksi, mulai dari wawancara, psikotes, hingga tes kemampuan bahasa Inggris.

Setelah lolos seleksi, Rifki mengikuti retret kepala Sekolah Rakyat di Jakarta. Namun, pada waktu yang hampir bersamaan, ia juga menerima panggilan untuk melengkapi administrasi sebagai calon kepala sekolah reguler di Kalimantan Selatan.

Situasi itu membuatnya berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, jabatan kepala sekolah reguler dianggap lebih jelas secara karier. Di sisi lain, Sekolah Rakyat menawarkan misi sosial besar untuk membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Keraguan juga datang dari lingkungan keluarga dan kolega. Ibunya yang pernah berprofesi sebagai guru hingga kepala sekolah sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Beberapa rekan kerja juga menilai program Sekolah Rakyat masih baru dan belum memiliki kepastian jangka panjang.

Sekolah Rakyat Dinilai Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Keyakinan Rifki mulai tumbuh setelah mengikuti retret kepala Sekolah Rakyat. Dalam kegiatan itu, pemerintah menjelaskan tujuan utama program pendidikan tersebut, yakni memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia.

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas pendidikan tanpa biaya. Pemerintah berharap konsep tersebut dapat membantu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang lebih merata.

Rifki mengaku tersentuh dengan pesan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat membuka retret di Jakarta. Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran penting sebagai sosok yang menyalakan harapan bagi anak-anak yang hampir kehilangan kesempatan masa depan.

Dukungan keluarga akhirnya datang setelah Rifki menjelaskan alasan di balik pilihannya. Restu dari ibu dan istrinya membuat dirinya semakin mantap meninggalkan zona nyaman demi mengabdi di Sekolah Rakyat.

Rifki Fokus Bangun Karakter dan Kedisiplinan Siswa

Saat ini, SRT 9 Banjarbaru mengelola dua jenjang pendidikan, yakni SMP dan SMA, dengan total 125 siswa. Sebanyak 75 siswa berada di tingkat SMA, sedangkan 50 lainnya merupakan siswa SMP.

Menurut Rifki, banyak siswa datang dari latar belakang yang penuh tantangan. Sebagian pernah putus sekolah, sementara lainnya tumbuh di lingkungan yang membuat mereka harus bekerja sejak usia muda.

Karena itu, ia menilai tugas guru di Sekolah Rakyat tidak hanya mengajar pelajaran akademik. Guru juga memiliki tanggung jawab membangun karakter, sopan santun, dan kedisiplinan siswa.

Rifki menekankan pentingnya kesabaran dalam mendidik anak-anak di sekolah tersebut. Ia percaya perubahan perilaku tidak dapat dibentuk secara instan, melainkan membutuhkan pendekatan yang konsisten dan penuh empati.

Setelah hampir dua bulan berjalan, ia mulai melihat perubahan positif dari para siswa. Anak-anak yang sebelumnya cenderung acuh mulai lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan menunjukkan sikap hormat kepada guru maupun orang yang lebih tua.

Sekolah Rakyat Diharapkan Fokus pada Kualitas Pendidikan

Bagi Rifki, Sekolah Rakyat merupakan terobosan pendidikan yang penting bagi masyarakat kurang mampu. Ia menilai konsep sekolah gratis dan berasrama menjadi langkah strategis untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Meski demikian, ia berharap pemerintah tidak hanya berfokus menambah jumlah Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan, tenaga pengajar, dan pembinaan karakter siswa juga harus menjadi perhatian utama.

Rifki percaya pendidikan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk mengubah masa depan anak-anak. Dari ruang belajar sederhana di Banjarbaru, ia membuktikan bahwa keberanian mengambil jalan berbeda dapat menghadirkan harapan baru bagi banyak orang.

Baca Juga “Karier Arul Kharisma Putra Ahmad dari Penyanyi hingga MC di Dunia Hiburan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *