Pemenang Pulitzer Jodi Kantor Bagikan Strategi Membangun Karier di Tengah Era AI
Keterampilan dan Kebutuhan Menjadi Kunci Menghadapi Perubahan Dunia Kerja
Reporter investigasi Jodi Kantor mendorong generasi muda untuk tetap optimistis dalam membangun karier di tengah perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, setiap individu tetap memiliki peran penting selama mampu mengembangkan keterampilan dan memahami kebutuhan di lingkungan sekitarnya.
Kantor menilai perkembangan teknologi tidak seharusnya membuat pekerja muda merasa kehilangan peluang. Ia menyoroti bahwa dunia kerja selalu membutuhkan talenta baru yang mampu menghadirkan ide, kreativitas, dan solusi terhadap berbagai persoalan.
“Dunia kita menyampaikan pesan yang sangat buruk sekarang kepada kaum muda. Yakni kamu tidak dibutuhkan,” ujar Kantor.
Ia menilai anggapan tersebut tidak tepat karena seluruh sektor pekerjaan membutuhkan kontribusi dari generasi berikutnya. Menurutnya, pengalaman di dunia kerja menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi selalu bergantung pada kemampuan manusia dalam beradaptasi dan menciptakan perubahan.
Buku “How to Start” Bahas Cara Menemukan Pekerjaan Bermakna
Pandangan Kantor mengenai karier tertuang dalam buku terbarunya berjudul “How to Start: Discovering Your Life’s Work”. Buku tersebut terinspirasi dari percakapannya dengan mahasiswa Columbia University pada 2025 ketika ia mempersiapkan pidato wisuda.
Dalam kesempatan tersebut, Kantor menerima pertanyaan dari mahasiswa mengenai cara menemukan pekerjaan jangka panjang di tengah kondisi ekonomi dan teknologi yang terus berubah.
Baca Juga “10 Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Jakarta untuk Masa Depan Karier IT“
“Bagaimana cara kita mencari pekerjaan seumur hidup di lingkungan yang seperti ini?” menjadi salah satu pertanyaan yang membekas bagi Kantor.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Kantor kembali melihat perjalanan kariernya sebagai reporter. Ia mencoba memahami pola dari orang-orang yang dianggap sukses sekaligus merasa puas dengan pekerjaan mereka.
Beberapa profesi yang menarik perhatiannya antara lain psikiater anak, fasilitator konflik, hingga penulis buku resep. Menurut Kantor, mereka memiliki kesamaan karena pekerjaan yang dilakukan menggabungkan kemampuan pribadi dengan kebutuhan masyarakat.
Kemampuan Khusus Membantu Pekerja Bertahan di Era AI
Kantor menjelaskan bahwa keterampilan menjadi salah satu faktor utama yang dapat membantu seseorang tetap relevan ketika teknologi AI berkembang semakin cepat.
Menurutnya, keterampilan bukan hanya sekadar kemampuan teknis, tetapi juga perpaduan antara pengalaman, kreativitas, dan keahlian dalam menyelesaikan masalah tertentu.
Ia menggambarkan keterampilan seorang ahli bedah yang mampu menangani kondisi medis kompleks. Hal serupa juga berlaku bagi penulis, musisi, sutradara, maupun pekerja kreatif yang mampu menghasilkan karya dengan karakter dan sudut pandang unik.
Kantor menilai kemampuan tersebut menjadi pembeda antara pekerjaan manusia dan hasil yang dihasilkan oleh teknologi otomatisasi.
Ia berpendapat bahwa AI dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi belum mampu sepenuhnya menggantikan unsur manusia seperti empati, intuisi, pengalaman, dan pemahaman mendalam terhadap konteks.
Menurut Kantor, hasil tulisan yang dibuat AI sering kali terasa berbeda karena belum memiliki suara personal dan kecerdasan emosional yang berasal dari pengalaman manusia.
Pekerja Perlu Memahami Masalah dan Menciptakan Solusi
Selain keterampilan, Kantor menekankan pentingnya memahami kebutuhan dunia sekitar. Ia menyebut banyak orang sukses menemukan jalur kariernya dengan mengamati masalah yang ada dan menggunakan kemampuan mereka untuk memberikan solusi.
Ia menyarankan pekerja muda untuk melakukan observasi secara mandiri agar dapat menemukan peluang baru. Dengan memahami kebutuhan masyarakat, seseorang dapat membangun karier yang memiliki nilai sekaligus memberikan dampak nyata.
Menurut Kantor, mencari pekerjaan bermakna bukan berarti hanya mengikuti passion tanpa mempertimbangkan realitas. Minat pribadi perlu berjalan bersama kebutuhan yang ada di dunia kerja.
Pendekatan tersebut dinilai semakin penting karena perkembangan AI membuat banyak industri mengalami perubahan besar. Pekerja yang mampu menggabungkan kemampuan teknologi dengan keahlian manusia memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
Kekhawatiran AI Meningkat, Tetapi Masa Depan Kerja Masih Terbuka
Perkembangan AI memang menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian pekerja. Berdasarkan survei firma konsultan Mercer pada Februari 2026 terhadap 12.000 responden global, kekhawatiran kehilangan pekerjaan akibat AI meningkat dari 28 persen pada 2024 menjadi 40 persen pada 2026.
Laporan Gallup yang dirilis pada April juga menunjukkan hampir separuh pekerja Generasi Z merasa risiko AI lebih besar dibandingkan manfaatnya.
Meski demikian, Kantor mengingatkan agar keputusan karier tidak dibuat hanya berdasarkan rasa takut terhadap teknologi baru. Ia menilai perubahan dunia kerja masih sulit diprediksi dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
“Kita tidak tahu bagaimana kondisi tempat kerja dalam lima atau 10 tahun ke depan. Terdapat terlalu banyak prediksi, dan sebenarnya semua masih tidak pasti,” kata Kantor.
Adaptasi Menjadi Langkah Penting bagi Profesional Muda
Kantor melihat era AI bukan sebagai akhir dari peran manusia dalam dunia kerja, melainkan sebagai masa perubahan yang membutuhkan kemampuan baru. Pekerja perlu terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan memahami bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat pendukung.
Menurutnya, karier yang bertahan lama tidak hanya dibangun melalui keahlian teknis, tetapi juga melalui kemampuan membaca kebutuhan, menyelesaikan masalah, dan menciptakan hubungan dengan orang lain.
Dengan pendekatan tersebut, generasi muda dapat menghadapi perubahan teknologi secara lebih percaya diri. AI mungkin mengubah cara manusia bekerja, tetapi kemampuan manusia untuk berinovasi dan memberikan nilai tetap menjadi faktor utama dalam perkembangan karier.
Baca Juga “‘Generasi muda membutuhkan bimbingan karier sejak dini untuk meraih kesuksesan’“