Kolaborasi Keluarga Bantu Perempuan Seimbangkan Karier

Kolaborasi

Kolaborasi Keluarga Bantu Perempuan Seimbangkan Karier dan Kehidupan
Perempuan yang aktif di ruang publik masih menghadapi tantangan dalam membagi waktu dan tanggung jawab antara karier, keluarga, serta kehidupan sosial. Dukungan keluarga dan pembagian peran yang setara dapat membantu perempuan mengembangkan karier tanpa menanggung beban domestik secara sepihak.

Baca Juga “Shana Fatina Bakal Bicara Karier Bidang Sustainability di Pertamina Talks

Dialog Pengarusutamaan Gender Soroti Peran Keluarga
Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Pro 1 RRI Singaraja bertajuk “Efektivitas Pengarusutamaan Gender dalam Meningkatkan Partisipasi Perempuan”. Kegiatan berlangsung di Studio Pro 1 RRI Singaraja pada Senin, 24 Agustus 2026.

Forum tersebut menyoroti pentingnya pengarusutamaan gender dalam memperluas partisipasi perempuan. Pembahasan tidak hanya berfokus pada kesempatan perempuan di ruang publik, tetapi juga pada dukungan yang mereka terima dari lingkungan terdekat.

Penyuluh Agama Hindu, Ni Putu Dewi Pradnyan, S.Fil., M.Ag., mengatakan perempuan masih kerap menghadapi dilema saat ingin meningkatkan karier atau mengambil peran lebih besar di masyarakat.

Menurut Dewi, salah satu penyebabnya adalah pandangan bahwa pekerjaan domestik merupakan tanggung jawab utama perempuan. Pola tersebut dapat menambah beban ketika perempuan juga memiliki tuntutan pekerjaan dan aktivitas sosial.

Komunikasi Menjadi Dasar Pembagian Peran yang Setara
Dewi menilai keluarga perlu membangun komunikasi terbuka untuk membagi tanggung jawab secara lebih adil. Pekerjaan rumah tangga seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, terutama ketika kedua pasangan sama-sama memiliki aktivitas di ruang publik.

Ia menekankan bahwa kesetaraan tidak berarti menghapus peran setiap anggota keluarga. Setiap individu tetap perlu menjalankan tanggung jawab sesuai kondisi dan perannya.

“Ketika di kantor kita menjadi siapa, di rumah menjadi siapa, di masyarakat kita menjadi siapa,” ujar Dewi.

Menurutnya, setiap peran perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Namun, seluruh beban tidak seharusnya ditanggung oleh satu pihak.

Dewi menilai komunikasi dan kerja sama dapat membantu keluarga menyesuaikan pembagian tugas. Pola tersebut juga memungkinkan setiap anggota keluarga memberikan dukungan sesuai kebutuhan dan situasi.

Dukungan Pasangan Membantu Perempuan Mengembangkan Karier
Mahasiswa IAHN Mpu Kuturan, Ni Luh Putu Sri Widiari, turut menyoroti pentingnya komunikasi antara perempuan dan pasangan. Menurutnya, kesepakatan mengenai pembagian peran dapat membantu keluarga menjalankan tanggung jawab secara kolaboratif.

Widiari menilai dukungan keluarga menjadi faktor penting bagi perempuan yang ingin mengembangkan karier. Komitmen bersama diperlukan agar pekerjaan dan tanggung jawab keluarga tidak saling menghambat.

Ia juga mengajak masyarakat melihat kembali anggapan bahwa perempuan harus selalu mampu mengerjakan banyak hal sekaligus atau multitasking.

Kemampuan tersebut memang dapat menjadi kekuatan. Namun, tuntutan untuk selalu multitasking juga dapat mencerminkan pembagian tanggung jawab yang belum seimbang.

Pengarusutamaan Gender Perlu Dimulai dari Keluarga
Pengarusutamaan gender tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan yang membuka akses perempuan ke ruang publik. Perubahan juga perlu berlangsung dalam keluarga dan lingkungan sosial melalui pembagian tanggung jawab yang lebih setara.

Dukungan keluarga dapat menciptakan lingkungan yang memungkinkan perempuan mengambil kesempatan pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, maupun kegiatan sosial. Pada saat yang sama, laki-laki juga memperoleh ruang untuk menjalankan peran domestik dan pengasuhan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip kesetaraan gender yang menempatkan perempuan dan laki-laki sebagai pihak yang sama-sama memiliki hak, tanggung jawab, dan kesempatan dalam kehidupan sosial.

Ke depan, kolaborasi keluarga dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat partisipasi perempuan. Perubahan pola pikir, komunikasi yang sehat, serta pembagian pekerjaan domestik yang adil dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi seluruh anggota keluarga.

Baca Juga “4 Shio yang Diprediksi Meraih Kekayaan dan Kesuksesan Karier Sebelum Usia 40

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *