Kajian Ramadan Unipdu Jombang Bahas Peluang Freelance

Kajian Ramadan Unipdu Jombang Bahas Freelance dan Gig Economy

Perkembangan teknologi digital terus mengubah cara masyarakat memperoleh penghasilan. Salah satu perubahan paling terlihat adalah meningkatnya minat terhadap pekerjaan lepas atau freelance yang menawarkan sistem kerja lebih fleksibel.

Topik tersebut menjadi pembahasan dalam Kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Qur’an Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di Islamic Center Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Kecamatan Peterongan, Jombang.

baca juga”Digital Nomad: Kebebasan Kerja dan Sisi Sunyi di Baliknya

Dalam forum tersebut, Dekan Fakultas Bisnis, Bahasa dan Pendidikan Unipdu Jombang, Dr. Wiwik Maryati, memaparkan materi berjudul Gig Economy & Freelance Culture: Peluang Kerja Fleksibel dan Tantangan Kesejahteraan. Ia menjelaskan bahwa munculnya gig economy berkaitan erat dengan transformasi digital yang memperluas akses masyarakat terhadap berbagai peluang kerja.

Perkembangan Gig Economy di Era Digital

Wiwik menjelaskan bahwa gig economy merujuk pada sistem kerja berbasis proyek, jasa, atau tugas tertentu yang tidak selalu terikat kontrak jangka panjang. Pola kerja ini semakin berkembang seiring hadirnya berbagai platform digital yang mempertemukan penyedia jasa dengan pengguna layanan.

Menurutnya, teknologi membuat seseorang dapat menawarkan jasa kepada pasar yang lebih luas tanpa batasan geografis. Pekerja dapat memanfaatkan internet untuk memasarkan keahlian seperti desain grafis, penulisan, penerjemahan, pemasaran digital, hingga layanan kreatif lainnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 60 persen tenaga kerja Indonesia berada di sektor informal. Sebagian dari kelompok tersebut memilih pekerjaan freelance karena dinilai lebih fleksibel serta mudah diakses melalui platform digital.

“Transformasi digital membuka akses pekerjaan yang lebih luas. Melalui platform digital, seseorang bisa menjangkau pasar yang jauh lebih besar,” ujar Wiwik di hadapan peserta kajian.

Generasi Muda Cepat Beradaptasi dengan Kerja Fleksibel

Wiwik menilai generasi milenial dan generasi Z merupakan kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan model kerja gig economy. Kedua generasi ini umumnya telah terbiasa menggunakan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari.

Kemampuan belajar secara mandiri juga menjadi faktor penting yang mendukung mereka. Banyak keterampilan baru dapat dipelajari secara daring melalui kursus online, tutorial, maupun komunitas digital.

“Generasi Z relatif mudah beradaptasi karena mereka tumbuh bersama teknologi digital. Banyak keterampilan yang bisa dipelajari secara mandiri dengan biaya yang tidak terlalu besar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keterampilan digital kini menjadi modal penting bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja fleksibel. Bidang seperti konten kreator, desain digital, pemasaran online, hingga pengelolaan media sosial menjadi contoh pekerjaan yang berkembang pesat.

Peluang Penghasilan Tambahan Selama Ramadan

Selain memberikan fleksibilitas waktu, pekerjaan freelance juga membuka peluang tambahan penghasilan. Hal ini sering terlihat pada periode tertentu, termasuk saat bulan Ramadan.

Menurut Wiwik, permintaan terhadap berbagai jasa digital maupun layanan kreatif biasanya meningkat selama Ramadan. Banyak pelaku usaha membutuhkan promosi digital, desain konten, atau jasa pemasaran untuk meningkatkan penjualan selama bulan tersebut.

“Selama Ramadan biasanya muncul berbagai pekerjaan tambahan. Ini menjadi kesempatan bagi pekerja freelance untuk mendapatkan penghasilan lebih,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa gig economy tidak hanya berkembang di sektor teknologi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Tantangan Freelance: Pendapatan Tidak Stabil

Meski menawarkan fleksibilitas, sistem kerja freelance juga memiliki sejumlah tantangan. Salah satu persoalan utama adalah ketidakstabilan pendapatan.

Penghasilan pekerja freelance sangat bergantung pada jumlah proyek atau pesanan yang diterima. Ketika permintaan meningkat, pendapatan bisa naik secara signifikan. Namun saat proyek berkurang, penghasilan juga ikut menurun.

“Jika order banyak, pendapatan tentu meningkat. Tetapi ketika permintaan menurun, penghasilan juga ikut berkurang,” ujar Wiwik.

Selain itu, pekerja freelance juga harus mengelola sendiri perlindungan sosial seperti jaminan kesehatan, tabungan pensiun, dan keamanan kerja. Persaingan yang semakin terbuka di platform digital juga membuat sektor ini semakin kompetitif.

Perspektif Islam terhadap Pekerjaan Freelance

Dalam perspektif Islam, Wiwik menegaskan bahwa pekerjaan freelance diperbolehkan selama memenuhi prinsip-prinsip muamalah yang benar. Prinsip tersebut meliputi akad yang jelas, kejujuran, serta tidak melanggar ketentuan syariat.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam setiap kesepakatan kerja antara penyedia jasa dan pengguna layanan. Kejelasan akad menjadi dasar penting agar tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari.

“Islam memberikan kelonggaran dalam aktivitas muamalah. Selama akadnya jelas, dilakukan secara jujur, dan dijalankan dengan amanah, maka pekerjaan tersebut diperbolehkan,” jelasnya.

Gig Economy Diprediksi Terus Berkembang

Perkembangan ekonomi digital diperkirakan akan membuat gig economy semakin berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Kemajuan teknologi, meningkatnya penetrasi internet, serta pertumbuhan platform digital akan terus membuka peluang kerja baru.

Namun, para pekerja freelance tetap perlu meningkatkan keterampilan dan menjaga profesionalitas agar mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka.

Kajian Ramadan di Unipdu Jombang ini menjadi ruang diskusi penting bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami perubahan pola kerja di era digital. Selain melihat peluang ekonomi, peserta juga diajak memahami tantangan serta prinsip etika dalam menjalankan pekerjaan freelance.

baca juga”Gig Economy: Transformasi Dunia Kerja dan Peta Persaingan Tenaga Kerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *