Disnakertrans NTB Perluas Akses Kerja Melalui Walk in Interview Terpadu
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Percepat Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat strategi penyerapan tenaga kerja melalui pelaksanaan walk in interview yang digelar di Kantor Disnakertrans NTB pada Senin (20/04/2026). Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab tantangan tingginya kebutuhan lapangan kerja, sekaligus mendekatkan layanan ketenagakerjaan kepada masyarakat secara langsung.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Disnakertrans NTB, Dr. H. Aidy Furqan, yang menegaskan pentingnya inovasi dalam pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan. Ia menyampaikan bahwa walk in interview bukan sekadar proses rekrutmen, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara cepat, transparan, dan terukur.
Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans NTB bekerja sama dengan Swapro International sebagai mitra penyedia tenaga kerja. Kolaborasi ini menghadirkan peluang kerja di sektor jasa keuangan dan pemasaran, dengan posisi yang ditawarkan antara lain Marketing Officer dan Collection Officer. Posisi ini dinilai memiliki kebutuhan tinggi di pasar kerja dan memberikan peluang karier bagi tenaga kerja lokal.
Model walk in interview memungkinkan peserta untuk langsung mengikuti proses seleksi di tempat tanpa tahapan administrasi yang berbelit. Pencari kerja dapat menyerahkan berkas, mengikuti wawancara, hingga mendapatkan penilaian awal dalam satu waktu. Pendekatan ini dinilai mampu memangkas waktu rekrutmen sekaligus meningkatkan efisiensi bagi perusahaan dan pelamar.
Dalam sambutannya, Aidy Furqan menekankan bahwa kesiapan mental dan fleksibilitas menjadi kunci penting dalam menghadapi persaingan kerja. Ia mengingatkan agar pencari kerja tidak terlalu selektif pada tahap awal, melainkan membuka peluang untuk mengembangkan pengalaman kerja di berbagai bidang.
“Para pencari kerja harus tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Jangan membatasi pilihan, karena pengalaman kerja akan menjadi modal penting untuk karier ke depan. Integritas dan etos kerja juga menjadi faktor utama yang harus dijaga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong perusahaan untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan serupa. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sangat penting untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan semakin banyak perusahaan yang membuka akses rekrutmen langsung, peluang kerja bagi masyarakat akan semakin luas.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pelamar yang hadir sejak pagi hari. Banyak di antara mereka merupakan lulusan baru maupun tenaga kerja berpengalaman yang ingin mencari peluang baru. Mereka menilai kegiatan ini sangat membantu karena memberikan akses langsung ke perusahaan tanpa harus melalui platform online yang terkadang terbatas informasinya.
Selain mempercepat proses rekrutmen, kegiatan ini juga memberikan edukasi tidak langsung kepada pencari kerja mengenai standar dan kebutuhan industri saat ini. Melalui interaksi langsung dengan pihak perusahaan, pelamar dapat memahami kualifikasi yang dibutuhkan, termasuk keterampilan teknis dan soft skills seperti komunikasi dan disiplin kerja.
Secara kontekstual, program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan tingkat pengangguran terbuka di NTB. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di wilayah ini masih menjadi perhatian, terutama pada kelompok usia muda dan lulusan baru. Oleh karena itu, inovasi dalam layanan ketenagakerjaan menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara pencari kerja dan kebutuhan industri.
Selain itu, perkembangan ekonomi digital dan sektor jasa juga mendorong perubahan kebutuhan tenaga kerja. Banyak perusahaan kini mencari kandidat yang adaptif, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mampu bekerja dengan target. Hal ini membuat program seperti walk in interview menjadi relevan karena mampu menyaring kandidat secara langsung berdasarkan kebutuhan tersebut.
Disnakertrans NTB menegaskan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti pada satu kesempatan saja. Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak perusahaan dari berbagai sektor industri, seperti pariwisata, manufaktur, hingga ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Sebagai penutup, walk in interview menjadi salah satu solusi praktis dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di daerah. Dengan pendekatan yang lebih cepat, terbuka, dan kolaboratif, program ini diharapkan mampu memperkuat koneksi antara pencari kerja dan dunia usaha. Pemerintah daerah optimistis bahwa langkah ini dapat berkontribusi signifikan dalam menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di NTB.
Baca Juga “Daftar Perusahaan di Medan Rabu Walk-In Interview 22 April, Berikut Posisinya“