APAC Stellar Hackathon Dorong Developer Indonesia Ciptakan Solusi Keuangan Berbasis Blockchain
Perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara mendorong kebutuhan akan talenta teknologi yang mampu menghadirkan inovasi nyata. Menjawab kebutuhan tersebut, Rise In bersama Stellar Development Foundation menggelar APAC Stellar Hackathon, sebuah kompetisi teknologi yang ditujukan bagi developer, engineer, mahasiswa, dan pendiri startup di kawasan Asia Pasifik.
Program ini menyasar peserta dari Indonesia, Vietnam, dan Filipina untuk mengembangkan solusi keuangan digital berbasis blockchain yang dapat digunakan secara luas oleh masyarakat. Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, kompetisi ini juga mendorong lahirnya produk yang mampu menjawab tantangan inklusi keuangan di kawasan.
Penyelenggara menilai Asia Tenggara memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dunia. Tingginya adopsi teknologi finansial, pembayaran digital, dan aset digital menjadi faktor utama yang mendorong kebutuhan akan inovasi baru di sektor keuangan.
baca juga”Lowongan Kerja Astra Honda Motor Dibuka Sampai 30 Juni 2026“
Rise In dan Stellar Foundation Bidik Talenta Teknologi Asia Tenggara
APAC Stellar Hackathon merupakan kolaborasi antara Rise In, platform edukasi dan akselerasi Web3 global, dengan Stellar Development Foundation yang mengembangkan jaringan blockchain sumber terbuka untuk berbagai kebutuhan transaksi digital.
Melalui program ini, kedua organisasi ingin memperluas ekosistem pengembang blockchain sekaligus mempercepat lahirnya solusi keuangan yang lebih inklusif dan mudah diakses.
Country Lead Rise In Indonesia, Kenny Rivaldi, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar menghasilkan proyek teknologi jangka pendek. Menurutnya, hackathon dirancang untuk membantu peserta membangun produk yang berpotensi berkembang menjadi solusi berkelanjutan setelah kompetisi berakhir.
Ia berharap semakin banyak talenta digital Indonesia yang berani mengembangkan produk teknologi dengan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.
Peserta Ditantang Membangun Produk Keuangan Digital yang Siap Digunakan
Berbeda dari kompetisi pemrograman pada umumnya, APAC Stellar Hackathon berfokus pada pengembangan solusi yang memiliki nilai guna langsung bagi pengguna.
Peserta akan diminta merancang berbagai produk berbasis blockchain, seperti dompet digital, sistem penggajian menggunakan stablecoin, layanan remitansi lintas negara, hingga platform keuangan inklusif yang dapat menjangkau masyarakat yang belum terlayani sistem perbankan tradisional.
Fokus tersebut sejalan dengan tren peningkatan penggunaan teknologi blockchain di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, blockchain tidak hanya digunakan untuk perdagangan aset digital, tetapi juga mulai dimanfaatkan untuk pembayaran, transfer dana internasional, serta pengelolaan identitas digital.
Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis, tetapi juga memahami kebutuhan pengguna dan model bisnis yang berkelanjutan.
Asia Tenggara Dinilai Siap Menjadi Pusat Inovasi Blockchain
Pemilihan Indonesia, Vietnam, dan Filipina sebagai negara peserta utama bukan tanpa alasan. Ketiga negara tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Indonesia, misalnya, terus memperkuat regulasi sektor aset digital melalui pengawasan yang kini berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan perlindungan konsumen sekaligus menciptakan kepastian hukum bagi pelaku industri.
Di sisi lain, beberapa negara Asia Tenggara juga mulai mengadopsi kebijakan yang lebih terbuka terhadap inovasi blockchain dan teknologi finansial. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi lahirnya startup dan solusi digital baru yang mampu bersaing di pasar global.
Meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis mobile juga menjadi faktor pendukung yang mempercepat adopsi teknologi blockchain di kawasan.
Hadiah Lebih dari Rp1 Miliar dan Akses Pendanaan
Selain pengalaman membangun proyek bersama mentor internasional, peserta APAC Stellar Hackathon juga berkesempatan memperebutkan total hadiah senilai USD 60.000 atau lebih dari Rp1 miliar.
Penyelenggara turut menyediakan program pendampingan dari mentor ekosistem Stellar, pelatihan teknis, sertifikasi global, serta peluang mendapatkan akses pendanaan untuk pengembangan proyek setelah kompetisi selesai.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengubah ide yang dihasilkan selama hackathon menjadi produk yang siap memasuki pasar.
Jadwal Pendaftaran dan Rangkaian Kegiatan Kompetisi
Pendaftaran APAC Stellar Hackathon telah dibuka sejak 14 Mei 2026 dan terbuka bagi mahasiswa, software engineer, pengembang blockchain, hingga pelaku startup teknologi.
Kompetisi akan berlangsung secara daring melalui berbagai kegiatan, mulai dari workshop teknis, sesi mentoring, diskusi komunitas, hingga aktivasi di sejumlah kampus. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membantu peserta mengembangkan ide sekaligus memperluas jaringan profesional di industri teknologi.
Babak final dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026 secara serentak di Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
Kompetisi Jadi Ajang Mencetak Talenta Blockchain Masa Depan
APAC Stellar Hackathon menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap pengembangan talenta digital di Asia Tenggara. Di tengah pesatnya transformasi ekonomi digital, kebutuhan akan developer yang mampu menciptakan solusi berbasis blockchain terus meningkat.
Melalui kolaborasi antara Rise In dan Stellar Development Foundation, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan teknologi, tetapi juga sarana untuk melahirkan inovasi yang berpotensi memberikan dampak nyata bagi sektor keuangan digital di kawasan Asia Pasifik.
Bagi developer Indonesia, kesempatan ini menjadi pintu untuk memperluas pengalaman, membangun jaringan internasional, dan mengembangkan solusi yang dapat bersaing di tingkat global.
baca juga”Grab Ventures Velocity Batch 8 Resmi Lulus, Startup Hijau Jadi Sorotan“