Kesempatan berkarier di industri perbankan syariah hadir bagi masyarakat Madiun melalui kolaborasi BTPN Syariah dengan Universitas PGRI Madiun (UNIPMA). Kedua pihak menggelar One Day with BTPN Syariah pada Jumat, 25 September 2026.
Baca Juga “Alumni ITB, Ivan Lanin Berbagi Perjalanan Alih Karier hingga Fenomena Berbahasa di Era AI“
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pengenalan perusahaan. BTPN Syariah memanfaatkannya sebagai sarana bertemu langsung dengan calon tenaga kerja, khususnya alumni UNIPMA dan pencari kerja dari Madiun serta daerah sekitar.
Salah satu pekerjaan yang diperkenalkan dalam agenda tersebut adalah Community Officer. Posisi ini memiliki karakter pekerjaan yang berbeda dari pekerjaan perbankan yang sepenuhnya berlangsung di dalam kantor.
Community Officer Bekerja Langsung di Tengah Masyarakat
Community Officer menjadi bagian penting dari operasional BTPN Syariah. Petugas menjalankan aktivitas pelayanan melalui jaringan Mobile Marketing Syariah (MMS) yang menjangkau nasabah secara langsung.
Distribution Head BTPN Syariah, Firmansyah, mengatakan perusahaan membutuhkan tenaga yang siap berinteraksi dengan nasabah di lapangan.
“Community Officer merupakan garda terdepan kami dalam melayani ibu-ibu nasabah prasejahtera melalui channel Mobile Marketing Syariah,” ujar Firmansyah.
Pekerjaan tersebut membuat petugas berhadapan langsung dengan lingkungan tempat tinggal maupun lokasi usaha nasabah. Kemampuan membangun komunikasi menjadi salah satu bekal penting untuk menjalankan tugas tersebut.
BTPN Syariah menyebut memiliki sekitar 1.500 MMS di berbagai wilayah Indonesia. Dengan jaringan tersebut, kebutuhan tenaga kerja dapat muncul di sejumlah daerah sesuai perkembangan operasional perusahaan.
Peluang Penempatan Tidak Terbatas di Madiun
Rekrutmen yang berlangsung di UNIPMA memang berlokasi di Madiun. Namun, kesempatan kerja yang tersedia tidak otomatis berarti seluruh kandidat akan ditempatkan di kota tersebut.
Firmansyah menjelaskan bahwa pelamar yang bersedia ditempatkan di luar Jawa Timur juga memiliki kesempatan mengikuti kebutuhan penempatan perusahaan.
Untuk kawasan sekitar Madiun, kandidat terpilih akan diarahkan ke jaringan MMS berdasarkan kebutuhan. Nganjuk menjadi salah satu wilayah yang saat ini mendapat porsi kebutuhan penempatan cukup besar.
Karena sifat pekerjaannya berada di lapangan, calon pelamar perlu mempertimbangkan kesiapan mobilitas. Pemahaman mengenai wilayah penempatan juga penting sebelum kandidat mengambil keputusan untuk mengikuti proses rekrutmen.
BTPN Syariah Cari Kandidat dengan Semangat Pemberdayaan
Menurut Head Resourcing BTPN Syariah Jatim VII Utami Sulistiati, kemampuan untuk berkembang bersama perusahaan menjadi salah satu karakter yang dicari.
Perusahaan juga membutuhkan tenaga yang memiliki ketertarikan terhadap kegiatan pemberdayaan. Hal tersebut berkaitan dengan karakter nasabah BTPN Syariah yang terdiri dari perempuan pengusaha prasejahtera produktif.
“Kriteria utama kami adalah mau untuk bertumbuh bersama BTPN Syariah,” kata Utami.
Dalam menjalankan tugasnya, Community Officer tidak sekadar memberikan layanan perbankan. Petugas juga menjalankan pendampingan terhadap nasabah yang menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan BTPN Syariah.
Pendampingan Sesama Perempuan Jadi Pendekatan Perusahaan
Komposisi nasabah turut memengaruhi strategi BTPN Syariah dalam mencari tenaga lapangan. Perusahaan menyebut seluruh nasabah yang dilayani dalam segmen tersebut merupakan perempuan pengusaha prasejahtera produktif.
Utami menjelaskan bahwa perempuan menjadi sasaran utama dalam rekrutmen Community Officer. Menurutnya, pendekatan sesama perempuan dapat membantu membangun komunikasi selama proses pendampingan.
“Pendekatan sesama perempuan ini memudahkan proses pendampingan agar lebih empati dan efektif,” terang Utami.
Dengan pola tersebut, petugas diharapkan mampu membangun hubungan komunikasi yang baik dengan nasabah. Interaksi yang berlangsung secara rutin menjadi bagian dari aktivitas Community Officer di wilayah kerja masing-masing.
UNIPMA Bekali Alumni Sebelum Masuk Dunia Kerja
Dari sisi perguruan tinggi, kegiatan rekrutmen tersebut menjadi bagian dari upaya UNIPMA membantu lulusan memasuki dunia profesional.
Kepala Biro Alumni dan Pengembangan Karier UNIPMA, Ratih Christiana, mengatakan kampus memberikan pembekalan agar alumni lebih siap menghadapi proses seleksi perusahaan.
Persiapan tersebut mencakup pembuatan CV dan latihan wawancara. UNIPMA juga memberikan penguatan terhadap keterampilan nonteknis, seperti komunikasi dan kemampuan berpikir kritis.
“Persiapan kami meliputi pembekalan alumni, baik dari segi teknis seperti penyusunan CV dan simulasi wawancara, hingga penguatan soft skill,” jelas Ratih.
Menurutnya, gelar akademik perlu diikuti kemampuan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Karena itu, kampus berupaya mempertemukan lulusan dengan perusahaan melalui kegiatan yang memberikan akses langsung terhadap peluang karier.
Kolaborasi BTPN Syariah dan UNIPMA Punya Ruang untuk Berlanjut
Kegiatan One Day with BTPN Syariah bukan menjadi awal hubungan kedua institusi. BTPN Syariah dan UNIPMA sebelumnya telah menjalankan berbagai bentuk kerja sama.
Hubungan tersebut menjadi dasar bagi kedua pihak untuk kembali mempertemukan perusahaan dengan alumni dan pencari kerja. Melalui kegiatan seperti ini, informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dapat disampaikan langsung kepada calon kandidat.
Bagi BTPN Syariah, kegiatan di Madiun sekaligus menjadi bagian dari upaya mencari talenta untuk mendukung jaringan MMS. Sementara itu, UNIPMA dapat memberikan akses karier yang lebih dekat kepada para alumninya.
Ke depan, UNIPMA berharap kerja sama dengan BTPN Syariah dapat diperluas melalui berbagai kegiatan lain. Kolaborasi kampus dan industri tersebut dapat menjadi salah satu jalur untuk mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor perbankan syariah.
Baca Juga “Keren! Rahasia Karier Bos Firma Hukum Peraih Golden Alumni Atma Jaya“